Minggu, 25 September 2011

Zulkifli Syukur Gabung ke Persib

Arema harus benar-benar melupakan bek kanan Zulkifly Syukur. Kemarin, pemilik nomer punggung 3 di Arema tersebut sudah resmi bergabung dengan Persib Bandung. Zulkifly juga sudah berlatih bersama Persib di Stadion Siliwangi kemarin sore. Dalam latihan itu, Zulkifly menggunakan nomor punggung 17.
Penandatanganan kontrak pemain itu dilakukan pada Jumat malam, sekaligus menjadi pemain ke-25 yang bergabung dengan Persib, pascahengkangnya kapten tim Eka Ramdhani. Terkait posisinya dengan Arema, Zul mengaku sudah tuntas sehingga ia sudah bisa menfokuskan kariernya bersama Persib.
Zulkifli Syukur (kiri) ketika membela Timnas Indonesia
“Semuanya sudah selesai dengan Arema dan saat ini saya fokus untuk bergabung dengan Persib,” katanya.
Sejak awal, Zulkifli dan M Robby merupakan salah satu pemain incaran Persib untuk mengisi posisi kanan luar yang ditinggalkan Gilang Angga dan Siswanto. Namun Persib hanya bisa menggaet Zulkifli setelah M Robby menyatakan tetap di klub lamanya.
Selain Zulkifli, gelandang Arema, Hendra Ridwan juga ikut berlatih dengan Persib pada sesi latihan di Stadion Siliwangi itu. Hendra Ridwan musim lalu adalan gelandang pelapis di Arema. Hendra ikut berlatih di Persib, karena tim Bandung itu masih membutuhkan gelandang untuk menggantikan posisi Eka Ramdhani yang hengkang ke Persisam Samarinda.(Radar Malang/Kompas)

Arema Kubu Rendra Pertanyakan Surat PSSI

VIVAnews - Surat resmi dari PSSI terkait penunjukan M Nur sebagai pengelola resmi Arema Indonesia di kompetisi mendatang, dipertanyakan oleh Arema kubu Rendra Kresna. Surat itu sendiri sudah beredar luas di masyarakat Malang.

Surat PSSI perihal “Status Klub Arema Indonesia” itu bernomor 1698/AGB/152/IX-2011 tanggal 23 September 2011. Lengkap ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro.

Dalam surat itu disebutkan bahwa PSSI mengakui klub Arema Indonesia di bawah M Nur (PT Arema Indonesia/Yayasan Arema Indonesia) sebagai anggota PSSI. Sehingga mereka berhak mengikuti seluruh kegiatan yang menjadi agenda PSSI, sesuai hasil rapat Eksekutif Komite di Jakarta pada Kamis, 22 September 2011.

Media Officer Arema kubu Rendra, Sudarmadji, Minggu, 25 September 2011 mengatakan, apabila PSSI sebelumnya mengakui dualisme, maka surat itu diberikan kepada kedua kubu. Disertai alasan yang profesional, obyektif serta adil.
Tujuannya agar Aremania atau publik mengetahui dan bisa menilai keputusan itu. Namun, pihaknya mengaku hingga kini belum menerima surat yang telah beredar tersebut.

"Sampai saat ini kami belum menerima pemberitahuan baik lewat fax atau e-mail," kata Sudarmaji..

Sudarmaji mengaku kecewa karena PSSI seharusnya lebih mengedepankan aspek keabsahan legalitas dari kedua kubu. Salah satu caranya dengan menguji validitas dokumen yang diajukan keduanya umelalui hukum.
Selain itu, pihaknya menyayangkan adanya pihak yang telah memanipulasi distribusi surat sampai muncul di sejumlah media on-line. "Dengan adanya surat resmi yang beredar, sementara kita belum mendapatkan, maka ini menunjukkan adanya kekacauan dalam administrasi surat-menyurat PSSI," kata Sudarmaji.

Oleh karena itu, pihaknya meminta PSSI datang ke Malang. Serta melakukan verifikasi faktual terhadap lima syarat yang ditetapkan Konfederasi Manajemen Arema Indonesia, sehingga mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Sabtu, 17 September 2011

Arema Bidik Irfan

Malang, CyberNews.  Setelah tampil bagus di Piala AFF 2010, Irfan Bachdim dibidik Pelatih Arema Miroslav Janu. Miro, panggilan akrab Janu, menilai pemain keturunan Indonesia dan Belanda itu cocok dengan skema racikannya.
Menurut dia, dengan pola 4-3-3, Irfan pas jika ditempatkan di posisi sayap. Ketertarikannya itu telah disampaikannya pada manajemen. Saat ini Bachdim masih terikat kontrak dengan Persema Malang.
Pelaksana Harian PT Arema Indonesia Abriadi Muhara mengaku siap menindaklanjuti keinginan Miro. Seperti diketahui Persema telah menyatakan keluar dari kompetisi Indonesia Super League (ISL). Kini, mereka siap bergabung ke Liga Primer Indonesia (LPI).
Manajemen Persema menawarkan pada semua pemainnya untuk tetap bergabung, atau memilih keluar. Tiga pemain, yakni Pitono, Dian Fachrudin dan Faturochman, menyatakan out.
Terkait perseteruan ISL dan LPI, PSSI mengambil keputusan untuk memecat pemain dari timnas Indonesia jika berlaga di LPI.
Mengenai posisi Irfan di timnas, Ketua Badan Liga Indonesia (BLI) Andi Darussalam Tabusalla mengatakan, tandem Christian Gonzales itu ingin bertahan di skuad Merah-Putih sehingga memilih keluar dari Persema.
Andi berani menjamin itu karena sudah berbicara dengan Fachri Bachdim, kakak sekaligus agen Irfan.

Kabar - Kabar Arema

Malang (ANTARA) – Arema Indonesia siap membidik pelatih lokal yang berkomitmen membawa tim berjuluk “Singo Edan” itu menjadi juara dalam kompetisi mendatang.
Pembina Yayasan Arema Indonesia, Rendra Kresna, menegaskan hal itu, Rabu, setelah mendapat kabar mengenai kegagalan Arema merekrut kembali pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts, yang pernah membawa tim itu juara pada Liga Super Indonesia (LSI) tahun 2009-2010.
“Kami tetap menghubungi sejumlah pelatih asing yang pernah mengangkat prestasi tim, terutama Robert. Meski demikian, kami tidak berkecil hati bila Robert tidak bersedia, sebab kami juga membidik sejumlah pelatih lokal yang bekomitmen membawa Arema juara,” kata Rendra.
Ia mengemukakan, Arema masih mencari sejumlah pelatih yang mempunyai kualitas bagus, baik lokal maupun asing.
Dari sejumlah nama pelatih, Rendra hanya ingin fokus kepada pelatih yang mempunyai komitmen tinggi terhadap tim, sehingga mampu membawa Arema juara.
Sebelumnya, Rendra mengaku, ada dua nama pelatih yang terus didekati oleh Arema Indonesia, mereka adalah Robert Rene Alberts dan Miroslav Janu.
Alasannya. kedua pelatih itu sama-sama memiliki sejarah manis selama menukangi Arema Indonesia, sehingga keduanya menjadi pilihan utama.
Meski demikian, Rendra tidak menutup kemungkinan membuka kesempatan bagi pelatih lokal untuk menangani tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu.
Sementara alasan Robert tidak bisa bergabung dengan Arema adalah ingin tetap eksis melatih klub asal Malaysia, yakni Sarawak FA hingga November 2012.
“Kami juga menerima kabar jika manajamen Sarawak FA menolak melepas Robert, karena tawaran mereka lebih tinggi dibanding tawaran kami,” kata Rendra.

Minggu, 07 Agustus 2011

arema salam satu jiwa

Di tengah padatnya jadwal ISL dan Liga Champion Asia (LCA), Arema Indonesia kehilangan pilar di lini tengah, yaitu Esteban Guillen. Este, panggilan akrab Esteban, mengalami cedera hamstring yang cukup serius. Cedera tersebut menimpa Este pada saat laga Arema vs Sriwijaya FC (27/3) lalu.
Berdasarkan pengakuan pemain dari Uruguay tersebut kepada dokter tim Arema, Albert Rudyanto, cedera itu terjadi karena usai memblok bola bek Sriwijaya FC, dia salah tumpuan saat menjatuhkan kakinya ke tanah.
Dengan kondisi cedera tersebut, kemarin Esteban ditemani Albert melakukan diagnosa di RS Dr. Soetomo Surabaya. ” Dari hasil diagnosa, diketahui ada robekan pada otot hamstring kanan Este dengan level grade II (menengah). Pada penanganan cedera hamstring, ada tiga level mulai level I sampai III, grade III itu yang paling parah,” ucap Albert seperti di lansir Radar Malang.
Setelah dipastikan cedera Este tersebut adalah robekan otot hamstring kanan grade II, maka tim dokter Arema akan melakukan penanganan selanjutnya.
Dengan cederanya ini, Esteban terancam absen panjang. “Setidaknya butuh waktu minimal empat sampai enam minggu untuk pemulihan cedera tersebut,” ujar Albert.
Ini merupakan kerugian besar bagi Arema jika benar Este harus absen selama enam minggu sampai pertengahan Mei mendatang. Sebab, Arema Indonesia tengah menjalani jadwal padat di ISL dan LCA. Belum lagi April nanti Piala Indonesia akan bergulir.
Jika prediksi dokter benar, maka Arema harus kehilangan Este dalam lima pertandingan ISL. Sedangkan di ajang LCA, Este harus absen empat laga. Menurut perkiraan Este baru bisa dimainkan saat Arema menjamu Deltras, 29 Mei mendatang. Dengan situasi seperti ini, tentu Arema harus menyiapkan penggati Este di lini tengah. Arema masih memiliki Hendra Ridwan, Juan Revi, Tommy Pranata, atau Ronny Firmansyah. (radarmalang/did/abm)